Tindakan Pencegahan Untuk Menggunakan Termometer Inframerah
Tinggalkan pesan
1. Hindari gangguan lingkungan
Hasil pengukuran termometer inframerah mungkin dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti medan elektromagnetik yang kuat, radiasi dari benda bersuhu tinggi, asap, debu, dll. Faktor interferensi ini harus dihindari sebisa mungkin selama pengukuran.
Jika ada benda bersuhu tinggi lainnya di lingkungan pengukuran, pastikan termometer tidak terpengaruh oleh radiasinya.
2. Pilih titik pengukuran dengan benar
Untuk objek dengan bentuk dan bahan berbeda, titik pengukuran yang sesuai harus dipilih. Misalnya, untuk objek dengan permukaan halus, Anda dapat memilih untuk mengukur bagian tengahnya; untuk objek dengan permukaan kasar, Anda dapat memilih untuk mengukur di beberapa titik dan mengambil rata-ratanya.
Hindari mengukur bagian tepi, sudut, atau bagian benda yang memiliki perbedaan konduksi panas yang nyata, karena suhu bagian tersebut mungkin tidak sesuai dengan suhu benda secara keseluruhan.
3. Memperhatikan ciri-ciri benda yang diukur
Benda dari bahan yang berbeda memiliki karakteristik pemantulan dan penyerapan sinar infra merah yang berbeda, sehingga dapat mempengaruhi hasil pengukuran termometer. Misalnya, permukaan logam memiliki pantulan sinar infra merah yang kuat, sedangkan permukaan non-logam seperti plastik dan kayu memiliki daya serap sinar infra merah yang kuat.
Saat mengukur objek dari bahan yang berbeda, Anda dapat merujuk ke manual termometer untuk memahami keakuratan pengukuran dan cakupan penerapannya untuk bahan yang berbeda.
4. Kalibrasi termometer secara berkala
Untuk memastikan keakuratan pengukuran termometer, termometer harus dikalibrasi secara teratur. Termometer dapat dikalibrasi menggunakan sumber suhu standar (seperti penangas air bersuhu konstan, tungku benda hitam, dll.).
Frekuensi kalibrasi tergantung pada frekuensi penggunaan dan persyaratan akurasi termometer. Secara umum, disarankan untuk melakukan kalibrasi setidaknya setahun sekali.







