Bagaimana Cara Memilih Monitor Denyut Jantung Janin yang Cocok di Rumah?
Tinggalkan pesan
Monitor denyut jantung janin merupakan salah satu alat pemantau denyut jantung janin yang umum digunakan di rumah. Alat ini dapat digunakan untuk memantau denyut jantung janin dan memantau kesehatan janin. Alat ini sangat cocok bagi ibu hamil yang usia kehamilannya di atas 16 minggu untuk mendeteksi denyut jantung janin di rumah.
Bagaimana cara memilih monitor detak jantung janin di rumah yang cocok?
lisensi pembuatan alat ukur
intensitas suara rata-rata kurang dari 100mW/cm²

Apakah probe ultrasound memiliki fungsi kedap air?
apakah ada layar tampilannya
Monitor denyut jantung janin adalah instrumen ultrasonik yang dirancang khusus untuk wanita hamil dan merupakan instrumen pengukuran manajemen kunci nasional. Prinsip pembeliannya adalah sebagai berikut:
(1) Sebagai alat ukur manajemen kunci nasional, monitor denyut jantung janin harus memperoleh lisensi alat ukur produksi (tanda CMC) sesuai dengan ketentuan yang relevan dari "Undang-Undang Metrologi" dan menjalani kalibrasi metrologi secara berkala. Hanya setelah kalibrasi metrologi memenuhi syarat, alat tersebut dapat digunakan untuk pemantauan denyut jantung janin dan pemantauan kelainan gerakan janin bagi ibu hamil.
(2) Periksa nilai daya suara dan intensitas suara rata-rata waktu puncak spasial dari probe ultrasound dalam manual produk. Hanya jika intensitas suara rata-rata waktu puncak spasial kurang dari 100mW/cm², probe ini dapat digunakan dengan aman oleh wanita hamil.
(3) Periksa apakah probe USG memiliki fungsi kedap air. Jika tidak memiliki fungsi kedap air, krim USG dan keringat akan mengalir ke dalam probe dan menyebabkan korsleting internal, serta akan menimbulkan bakteri dan menyebabkan infeksi pada ibu hamil. Monitor denyut jantung janin tanpa fungsi kedap air jelas bukan monitor denyut jantung janin yang aman.
(4) Periksa apakah ada layar tampilan. Dengan layar tampilan, denyut jantung janin dapat langsung ditampilkan di layar, tanpa harus menghitungnya dengan mendengarkan denyut jantung janin. Layar tampilan dapat mencerminkan status kesehatan janin dengan lebih cepat dan lebih akurat.
(5) Periksa apakah baterainya adalah baterai lithium. Baterai lithium memiliki daya yang stabil. Tidak berisik, tidak menghasilkan infrasonik, dan harganya murah.
Ibu hamil sebaiknya mendengarkan denyut jantung janin tiga kali sehari, pagi, siang, dan sore, masing-masing selama 1 menit~2 menit. Denyut jantung janin normal adalah 120 denyut/menit~160 denyut/menit. Jika denyut jantung janin dan gerakan janin tidak normal, harap segera catat suara janin dan segera pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan penanganan.
- Pagi: dalam waktu 30 menit setelah ibu hamil bangun;
- Siang: dalam waktu 60 menit setelah ibu hamil makan siang;
- Malam: dalam waktu 30 menit sebelum tidur malam.
Selain itu, harap perhatikan untuk mengoleskan lapisan agen penggandeng, air bersih atau minyak goreng secara merata pada probe saat menggunakannya, yang umumnya dapat langsung menempel pada kulit perut.

Apakah perlu membeli monitor jantung janin untuk mendengarkan sendiri detak jantung janin?
Pada usia kehamilan 10 minggu, detak jantung janin dapat dilihat melalui pemeriksaan USG, dan pada usia kehamilan 12-13 minggu, detak jantung janin dapat didengar melalui monitor jantung janin Doppler.
Ibu hamil juga akan mendengar suara "gemericik" yang mirip dengan aliran air, yakni suara darah yang mengalir di tali pusar.
Pada usia kehamilan 18-29 minggu, Anda dapat merasakan detak jantung bayi dengan stetoskop.
Pemantauan jantung janin
Pemantauan denyut jantung janin merupakan salah satu indikator yang secara tidak langsung dan menyeluruh menilai perkembangan janin dalam kandungan melalui perubahan pola denyut jantung janin. Pemantauan denyut jantung janin dapat mendeteksi secara tepat waktu apakah janin mengalami hipoksia intrauterin.
Kebanyakan rumah sakit akan memulai pemantauan jantung janin untuk wanita hamil normal berisiko rendah pada usia kehamilan 35-36 minggu.
American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan:
Bagi ibu hamil berisiko tinggi dengan penyakit penyerta atau komplikasi, seperti diabetes gestasional, hipertensi akibat kehamilan, kolestasis, dsb. yang memerlukan pemeriksaan khusus, waktu mulai pemantauan jantung janin harus dimajukan menjadi 26-28 minggu, dan frekuensi pemantauan harus minimal 2 kali seminggu. Jika terdapat kelainan pada pemantauan jantung janin, pemantauan harus dilanjutkan hingga normal atau melahirkan.







